Cara budidaya microgreens

Sudah Tahu Teknik Berkebun Microgreens Belum? Ini Caranya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Microgreens adalah sayuran hijau yang dipanen dalam waktu 7-21 hari setelah penyemaian. Ini merupakan salah satu teknik menanam sayuran dalam masa tanam yang relatif pendek hanya membutuhkan waktu 1-3 minggu.

Sayur yang dihasilkan dengan microgreens memiliki rasa yang beragam, mulai dari netral, asam, pahit, manis, pedas, hingga rasa rempah yang kuat, tergantung dari bibit tanamannya. Sekilas sayuran microgreens akan terlihat seperti kecambah, tetapi microgreens bukanlah kecambah. Bedanya, kecambah dapat dipanen dalam waktu 2-7 hari, sementara microgreens lebih lama, yaitu sekitar 7-21 hari. Microgreens bisa dibilang adalah bayi dari sayuran karena batang dan daunnya bisa dimakan.

Microgreens dapat menjadi pilihan berkebun di rumah selain metode hidroponik. Dengan berkebun microgreens, kebutuhan makanan sehat keluarga secara tidak langsung terpenuhi. 

Manfaat Microgreens

Meski terlihat kecil, tetapi microgreens memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Hal ini karena nutrisi yang diberikan oleh microgreens lebih besar dari sayur pada umumnya. Selain itu, masa panen juga terbilang muda.

Manfaat pertama dari mengonsumsi hasil panen microgreens adalah bisa menangkal radikal bebas. Hal ini karena dalam microgreens terdapat antioksidan yang tinggi sehingga dapat mencegah beberapa penyakit. Selanjutnya microgreens juga membantu meringankan kerja ginjal, menurunkan kolesterol jahat, mengurangi risiko penyakit alzheimer, dan penyakit jantung.

Microgreens memiliki banyak varian karena bisa tumbuh dari berbagai jenis benih. Beberapa jenis sayuran yang bisa dijadikan microgreens adalah Brassicaceae: kembang kol, brokoli, kubis, selada air, lobak, dan arugula, selada, sawi putih, dan radicchio; Apiaceae: wortel, adas, dan seledri; Amaryllidaceae: bawang putih, bawang merah, dan daun bawang; Amaranthaceae : bit, bayam, dan bayam merah. Cucurbitaceae : melon, mentimun, dan labu. Tanaman serealia, seperti beras, oat, gandum, dan jagung terkadang dapat ditanam dengan metode yang sama, begitu pun dengan kacang-kacangan seperti buncis dan lentil.

Untuk mengonsumsi microgreens pun bisa dengan berbagai cara. Tani muda bisa menjadikannya sebagai campuran salad, sup, dijadikan tambahan untuk bahan membuat omelet. Microgreens juga bisa tani muda jadikan jus atau smoothies, dan bisa dijadikan sebagai garnish untuk sandwich, burger, dan tambahan untuk makanan utama lainnya.

Cara Menanam Microgreens

Menanam microgreens terbilang cukup mudah dan tidak membutuhkan biaya yang besar. Microgreens dapat tumbuh di lahan yang kecil, seperti wadah plastik bekas, botol bekas atau pot kecil.

Microgreens juga bisa tumbuh di berbagai jenis media tanam mulai dari sekam, kapas, spons, dan tanah. Setelah menyediakan wadah dan media tanam, Tani Muda sudah bisa langsung menyemai benih di atas media tanam. Untuk media tanam selain tanah, Tani Muda bisa menekan benih sekitar setengah centimeter lebih dalam. Setelah disemai, perawatan selanjutnya adalah menyiram tanaman sebanyak dua kali dalam satu hari. 

Microgreens membutuhkan sinar cahaya matahari langsung selama 3-4 jam dalam satu hari. Oleh sebab itu, Tani Muda bisa memindahkan wadah ke tempat yang mendapat sinar matahari langsung selama 3-4 jam, setelahnya bisa kembali dipindahkan ke tempat teduh.

Setelah memiliki tinggi sekitar 3-10 cm dalam waktu 7-21 hari, microgreens sudah bisa dipanen. Untuk memanen Tani Muda cukup menggunting pada bagian batang yang terdekat dengan media tanam, selanjutnya tani muda bisa mencuci dan langsung mengonsumsinya. 

Microgreens Sebagai Solusi Stok Sayuran di Rumah

Selain bisa menjadi aktivitas menyenangkan, microgreens juga bisa menjadi solusi untuk memiliki stok sayuran segar di rumah. Jika Tani Muda tipe orang yang suka mengonsumsi sayur yang segar dan baru panen, microgreens adalah hal yang patut untuk dicoba.

Microgreens juga bisa menjadi solusi untuk selalu ada sayur di rumah tanpa takut membusuk di dalam kulkas, dan sayuran yang dihasilkan selalu fresh karena tinggal gunting dan langsung dimakan.

Penulis: Fitri