Sayuran pencegah oesteoporosis

Tanam Sendiri Sayuran Hijau Pencegah Osteoporosis di Rumah, Yuk!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Memiliki tulang sehat dan kuat hingga usia lanjut tentu menjadi impian setiap orang. Tulang yang sehat dan kuat mampu mendukung gaya hidup yang aktif dan produktif. Oleh karena itu, kesehatan tulang perlu dijaga sedini mungkin agar terhindar dari risiko osteoporosis.

Osteoporosis atau pengapuran tulang merupakan penyakit yang terjadi saat tulang mulai mengalami pengeroposan secara berkelanjutan. Bagian dalam tulang yang sehat normalnya tampak memiliki rongga kecil. Pengeroposan tulang akan membuat rongga tersebut menjadi lebih lebar.

Kondisi tersebut lama kelamaan membuat tulang kehilangan kekuatannya, sehingga menjadi lebih rapuh, bahkan rentan patah akibat trauma kecil. Pertumbuhan tulang bagian luar juga cenderung lebih lemah dan lebih tipis daripada seharusnya.

Gejala Osteoporosis

Dirangkum dari HelloSehat.com, berikut sejumlah gejala osteoporosis yang kerap muncul di tahap awal, namun sering diabaikan dan tidak disadari oleh penderita.

1. Postur Tubuh yang Bungkuk

Kondisi ini biasanya terjadi saat terjadi patah tulang di tulang belakang. Setelah tulang belakang patah, punggung penderita akan cenderung melengkung atau membungkuk ke arah depan. Hal ini terjadi secara perlahan dan kerap tidak disadari.

2. Tinggi Badan Semakin Menyusut

Seiring bertambahnya usia, tinggi badan akan perlahan menyusut. Akan tetapi, saat mengalami osteoporosis, proses ini akan terjadi lebih cepat. Jika tinggi badan menyusut lebih dari 3 sentimeter, ini bisa menjadi ciri-ciri penyakit osteoporosis yang perlu dikonfirmasi ke dokter.

3. Sakit Punggung Tanpa Sebab

Sakit punggung yang muncul secara tiba-tiba dan terasa sakit sekali bisa jadi pertanda terjadinya patah tulang belakang akibat osteoporosis. Pada pasien osteoporosis, patah tulang belakang bisa terjadi akibat hal-hal yang sepele, seperti membungkuk untuk mengambil benda yang jatuh di lantai atau bersin.

4. Tulang Mudah Patah

Jika Anda berusia 50 tahun ke atas dan mengalami patah tulang akibat aktivitas atau pergerakan tubuh ringan, bisa jadi itu adalah pertanda tulang Anda telah melemah. Adapun area tulang yang paling sering patah sebagai gejala osteoporosis, yaitu tulang belakang, tulang pinggul, dan pergelangan tangan.

4. Gusi Menyusut

Sebuah penelitian menyebut osteoporosis mungkin saja berkaitan dengan kesehatan gigi dan gusi. Pasalnya, gigi dan gusi ditopang oleh tulang rahang. Maka, ketika osteoporosis menyerang, tulang rahang akan kehilangan kepadatananya, sehingga garis gusi terlihat menyusut.

5. Kekuatan Genggaman Melemah

Melemahnya kekuatan genggaman berkaitan dengan tulang rangka yang mengalami pengeroposan. Jika hal ini terjadi terus menerus Anda perlu waspada dan memeriksakan diri ke dokter. Kondisi ini bisa jadi gejala osteoporosis dini yang perlu diwaspadai dan kerap diabaikan, terutama pada wanita pascamenopause.

6. Kuku Lemah dan Rapuh

Pada dasarnya, kuku dan tulang terbuat dari mineral yang sama yaitu kalsium. Apabila kuku tampak lebih lemah dan rapuh dari biasanya, ini dapat menandakan tubuh tidak mendapat asupan kalsium yang cukup.

Osteoporosis dapat Dicegah

Banyak yang beranggapan osteoporosis merupakan penyakit yang tidak bisa dihindari dan akan dialami semua orang seiring bertambahnya usia. Padahal osteoporosis dapat dicegah dan diperlambat perkembangannya.

Menerapkan pola hidup sehat menjadi cara terbaik untuk mencegah osteoporosis, seperti rutin berolahraga, perbanyak asupan kalsium, konsumsi vitamin D, memenuhi kebutuhan protein, serta hindari merokok.

Jenis Sayuran yang Bisa Menguatkan Tulang

Kalsium dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memelihara kekuatan tulang. Selain kalsium, vitamin K juga bagus dikonsumsi untuk membantu mengurangi risiko dan keparahan osteoporosis. Vitamin K berfungsi membantu mengantarkan kalsium dari darah ke tulang.

Sayuran berdaun hijau gelap merupakan sumber vitamin K yang baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tulang. Beberapa jenis sayuran hijau yang dapat dijadikan amunisi untuk mengurangi risiko osteoporosis yaitu: brokoli, sawi hijau, dan bayam.

Cara Tanam Sendiri Sayuran Hijau di Rumah

Sayuran hijau pencegah osteoporosis dapat ditanam dengan mudah di rumah. Tidak perlu lahan yang luas, cukup menggunakan polybag atau pot. Perawatan tanaman hijau tersebut juga cukup mudah. Berikut kami rangkum tahapan menanam brokoli, sawi hijau, dan bayam. 

1. Brokoli

Langkah pertama menanam brokoli adalah memilih benih. Benih brokoli yang ditanam harus memiliki kualitas yang baik. Syarat benih yang baik, antara lain:

  • Benih utuh, tidak terdapat luka atau cacat.
  • Terbebas dari kotoran, hama dan penyakit.
  • Benih murni tidak tercampur dengan benih lain.
  • Diambil dari jenis benih unggulan.
  • Memiliki daya kecambah sebesar 80 persen.
  • Benih yang baik akan tenggelam saat direndam.

Langkah selanjutnya adalah penyemaian untuk memperoleh bibit brokoli yang baik. Hal-hal yang perlu dilakukan pada tahap semai adalah sebagai berikut:

  • Sterilisasi benih dengan merendamnya menggunakan larutan fungisida dalam air panas sekitar 55 derajat celsius selama 15-30 menit.
  • Rendam benih selama kurang lebih 12 jam atau sampai benih terlihat pecah, sehingga benih cepat berkecambah.
  • Penyemaian dilakukan dengan menaruh benih di tray atau polybag kecil sedalam 0,2-1,0 sentimeter.
  • Media semai terdiri dari campuran ayakan pupuk kandang dengan tanah halus, perbandingannya 1:2 atau 1:1.

Selanjutnya menanam bibit hasil penyemaian, adapun langkahnya sebagai berikut:

  • Gunakanlah pupuk kandang, kompos dan tanah untuk media tanam.
  • Tambahkan pupuk kimia sebagai pupuk dasar.
  • Setelah bibit memiliki 3-4 helai daun atau berusia sekitar 1 bulan, lakukan penanaman dengan memindahkannya ke polybag atau pot.

Agar tanaman brokoli tumbuh dengan baik, perlu dilakukan perawatan mulai dari pemupukan, penyiraman dan pengendalian hama. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatannya adalah:

  • Pemupukan dilakukan pada 1 minggu setelah tanam, 3 minggu setelah tanam dan 5 minggu setelah tanam.
  • Jika melakukan pemupukan dengan melarutkan NPK, berikan sekitar 1 sendok teh ke dalam satu ember. Kemudian disiram ke atas tanah sekitar tanaman.
  • Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari.
  • Jika musim kemarau lakukan penyiraman sebanyak 1-2 kali sehari, terutama pada saat baru pindah tanam dan saat pembentukan bunga.
  • Jika musim hujan, tanaman tidak perlu disiram.
  • Semprotkan pestisida jika terdapat hama atau penyakit pada tanaman.

Tahap terakhir adalah panen, beberapa hal yang perlu diperhatikan saat panen brokoli adalah:

  • Panen dapat dilakukan saat masa bunga mencapai ukuran maksimal, atau ketika tanaman brokoli telah berumur 55-100 hari, (tergantung varietas tanaman).
  • Brokoli yang sudah dipanen selanjutnya diletakkan di tempat yang teduh. 

2. Sawi Hijau

Langkah pertama menanam sawi adalah pemilihan benih. Pilihlah benih sawi yang berkualitas baik. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih benih sawi adalah:

  • Benih berkualitas memiliki bentuk bulat kecil, warna coklat kehitaman, agak keras, permukaan licin dan mengkilap.
  • Pastikan benih yang dibeli terbungkus rapat dan tidak rusak.
  • Jika benih yang digunakan adalah hasil panen, makan tanaman yang diambil bijinya berumur setidaknya 70 hari.
  • Adapun takaran berat benih untuk 1 hektare lahan tanam adalah 750 gram. Jika hendak menanam di pekarangan rumah, cukup 2 sendok makan benih biji sawi yang dibutuhkan.
  • Setelah itu benih direndam benih yang akan digunakan selama 6 hingga 12 jam.
  • Pilih benih yang tidak mengapung selama proses perendaman.
  • Lalu keringkan benih yang terpilih menggunakan tisu.

Setelah memperoleh benih sawi hijau berkualitas, selanjutnya penyemaian. Tahapannya sebagai berikut:

  • Siapkan polybag yang memiliki diameter sekitar 15 sentimeter.
  • Masukan tanah humus atau sub soil ke dalam polybag.
  • Untuk hasil yang baik, tambahkan kompos.
  • Semaikan biji sawi ke dalam 1 polybag dan lakukan penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari.
  • Tanaman sawi berusia 3-4 minggu dapat langsung dipindahkan ke pot atau polybag tersendiri.

Cara memindahkan bibit sawi, yaitu:

  • Lakukan pencabutan bibit sawi secara hati-hati, jangan sampai bibit rusak.
  • Buat lubang pada polybag dengan menggunakan jari.
  • Letakkan bibit sawi ke dalam lubang tersebut.
  • Satu polybag dapat menampung 3-5 benih. Buat lubang sesuai jumah bibit.
  • Jika sudah selesai, lakukan penyiraman rutin pada pagi dan sore hari.
  • Berikan juga pupuk organik satu minggu sekali secara rutin

Ada beberapa penyakit dan hama yang sering menyerang tanaman sawi. Seperti akar yang membusuk, penyakit kuning pada daun dan hama-hama seperti ulat daun, kutu, kumbang, dan belalang. Untuk menanggulanginya lakukanlah penyulaman sebagai berikut:

  • Jika menemukan tanaman yang rusak oleh penyakit, hama atau layu, langsung pisahkan agar penyakit tidak menular ke tanaman lain.
  • Buang tanaman yang terkena penyakit dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman yang lainnya.
  • Jika tanaman sawi sudah dalam keadaan parah, bisa menyemprotkan pestisida selama sekitar 2 minggu sebelum panen.

3. Bayam

Pertama, siapkan benih bayam. Bibit bayam berkualitas dapat diperoleh dari toko yang khusus menjual benih-benih sayuran.

Lalu persiapan media tanam. Media tanam yang dibutuhkan oleh bayam adalah campuran dari tanah, pupuk kompos, dan pupuk kandang. Anda juga dapat membeli media tanam siap pakai di pasaran dengan harga yang cukup terjangkau. Kemudian masukan media tanam tersebut ke dalam pot atau polybag.

Langkah selanjutnya menyemai benih. Semai 2 hingga 3 benih bayam ke dalam polybag berukuran kecil atau ke tray semai. Tunggu hingga benih bayam mulai berkecambah atau sekitar 5 hingga 14 hari. 

Apabila bibit bayam telah mulai tumbuh dan terlihat memiliki 3 hingga 4 daun, itu artinya benih sudah bisa dipindahkan ke polybag berukuran sedang. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat proses ini adalah:

  • Pindahkan bibit dengan hati-hati agar tidak melukai akar tanaman. 
  • Bayam menyukai kondisi tanah yang memiliki tingkat kelembapan tinggi. Oleh karena itu, sebelum mulai memasukan benih, kamu harus menyiram dulu media tanam sampai terlihat lembap.
  • Setelah dipindahkan, kamu bisa meletakan tanaman ke rak atau tempat yang kamu inginkan.
  • Usahakan untuk meletakan tanaman di tempat yang terkena sinar matahari langsung, terutama sinar matahari pagi.
  • Selama proses pertumbuhannya, tanaman bayam harus diberi pupuk. 

Terakhir adalah memanen tanaman bayam. Bayam dapat dipanen saat berusia 40 hingga 45 hari setelah proses pemindahan ke pot atau polybag.

Penulis: Eva Pardiana