pupuk untuk kakao

Tips Menakar Dosis Pupuk NPK Khusus untuk Tanaman Kakao

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Jakarta – Siapa yang tak kenal coklat? Saat makanan ini masuk ke dalam mulut, rasanya enak sekali. Hampir tidak bisa berhenti kalau sudah memakannya. Tak hanya punya rasa dan aroma yang enak, coklat menjadi salah satu makanan favorit hampir semua orang.

Berbagai olahan coklat yang selama ini dikonsumsi terbuat dari biji tanaman kakao. Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas andalan Indonesia yang juga banyak ditanam di Sulawesi. 

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang perlu mendapatkan perhatian serius karena peranannya cukup penting dalam perekonomian Indonesia. Peranan tersebut bagi penyedia lapangan kerja dan sumber devisa negara terbesar ketiga dari sub sektor perkebunan setelah karet dan minyak sawit.

Ketersediaan kakao perlu dijaga kualitas maupun kuantitasnya, supaya permintaan pasar terhadap produk kakao dapat terpenuhi. Hal ini menjadi peluang bagi petani kakao di Indonesia sebagai negara terbesar kelima penghasil kakao. 

Kunci dari keberlanjutan produksi kakao adalah produktivitas tanaman dan kualitas biji kakao yang dihasilkan. Oleh karena itu, perawatan tanaman kakao merupakan inti dari strategi peningkatan kualitas dan kuantitas produksi biji kakao.

Tentang Pupuk NPK Khusus Kakao

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melakukan program pupuk NPK bersubsidi khusus kakao. Hal ini sebagai langkah untuk mendorong peningkatan produksi kakao.

Sebagai produsen pupuk, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) juga memproduksi pupuk NPK secara khusus untuk tanaman kakao dengan nama NPK Pelangi. Pupuk ini merupakan formula pupuk majemuk yang mengandung unsur nitrogen, fosfor dan kalium yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. 

Manfaatnya mulai dari menghijaukan tanaman, penyusun protein, klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis. Pupuk NPK juga berfungsi untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian-bagian vegetatif, seperti daun, batang, dan akar.

Pupuk NPK bersubsidi khusus kakao ini diproduksi dengan formula khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman kakao, sehingga pupuk ini tidak boleh digunakan pada tanaman lain. Program pupuk subsidi khusus tanaman kakao ini merupakan upaya yang digagas oleh Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai salah satu langkah dalam mengembalikan kejayaan komoditi perkebunan yang dikembangkan oleh Cocoa Sustainability Partnership (CSP) berdasarkan masukan dari para petani Kakao di Indonesia.

CSP sebagai perkumpulan para pelaku pengembangan sektor kakao berkelanjutan di Indonesia pun melakukan serangkaian advokasi dan diskusi dengan pemerintah nasional untuk memasukkan pupuk khusus kakao tersebut dalam skema alokasi pupuk bersubsidi. Dalam perjalanannya, pemerintah merespons produk ini untuk dijadikan Program Pupuk Bersubsidi sejak tahun 2020 yang saat ini dikenal dengan nama Pupuk NPK Formula.

Upaya tersebut diwujudkan dalam bentuk rekomendasi formula khusus nutrisi pengganti unsur hara tanaman kakao yang dihasilkan melalui pengkajian mendalam dan pola uji coba penerapan di beberapa lokasi di Indonesia. Penggunaan pupuk untuk mengembalikan unsur hara di lahan-lahan perkebunan kakao rakyat diajukan ke pemerintah untuk memperoleh dukungan pengadaan dan dimasukkan dalam skema alokasi pupuk bersubsidi.

Rekomendasi tersebut direspon Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian dengan memberikan umpan balik yang baik. Kementan kemudian melakukan pengadaan pupuk khusus kakao tersebut melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) yang telah ditunjuk oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk memproduksi pupuk secara nasional. 

Pada tahun 2020, Kementan mengalokasikan pupuk NPK Formula Khusus di dua provinsi (Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan) sebesar 17.000 ton. Untuk tahun 2021, Kementan menambah dua provinsi yang menerima alokasi pupuk NPK Formula Khusus yaitu Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat sebesar 17.000 ton. 

Pemerintah kembali menambah sembilan provinsi sebagai penerima alokasi pupuk NPK Formula Khusus pada tahun ini. Sembilan provinsi ini meliputi Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Utara dengan alokasinya sebesar 11.469 ton.

Pengaplikasian pupuk NPK Khusus Kakao

Lalu bagaimana cara mengaplikasikan pupuk NPK Formula Khusus untuk tanaman kakao? Ada beberapa cara untuk mengaplikasikan pupuk pada tanaman kakao, disesuaikan dengan kondisi lahan. 

Pada lahan penanaman yang mudah tergenang air atau banjir atau lahan di perbukitan, maka cara aplikasinya adalah membenamkan pupuk di sekeliling pangkal tanaman baik dengan cara membuat alur melingkar atau dengan membuat lubang di empat penjuru mata angin. Dosisnya 350 kg per hektar.

Namun jika lahan penanaman normal, pengaplikasian pupuknya cukup ditaburkan secara merata di sekeliling pangkal tanaman dan menutupnya dengan sisa-sisa daun kakao kering yang berguguran. Cara ini dinilai lebih cepat, mudah dan lebih efisien.

Sebelum pupuk diaplikasikan, terlebih dahulu bersihkan lahan di sekitar tanaman dari gulma dan daun-daun kering yang berguguran.

Cara Mendapatkan Pupuk NPK Khusus Kakao

Tidak semua orang bisa mendapatkan pupuk NPK khusus bersubsidi untuk tanaman kakao. Mekanisme untuk mendapatkan pupuk NPK Formula Khusus Bersubsidi yaitu petani kakao yang sudah terdaftar aplikasi e-RDKK berhak untuk mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai HET sebesar Rp. 3.300/kg dengan luasan lahan paling banyak 2 ha per KK. 

Diharapkan dengan adanya pupuk subsidi khusus kakao ini dapat membantu petani meningkatkan produksinya dengan harga terjangkau, sehingga distribusi dan penerapan alokasi pupuk subsidi untuk kakao tersebut.

Program pupuk NPK Formula Khusus didukung oleh PKT dan PT Pupuk Indonesia merupakan terobosan baru dalam pupuk bersubsidi yang konsisten menjadi mitra kerja strategis pemerintah. Melalui program ini diharapkan terbentuk ikatan emosional yang kuat untuk maju bersama petani kakao.

Sebagai anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), sejak awal 2022, Pupuk Kaltim telah menyalurkan pupuk bersubsidi melalui jaringan distributor dan kios di seluruh daerah tanggung jawab distribusi, sesuai kebutuhan alokasi yang ditetapkan Pemerintah.

“NPK Subsidi Formula Khusus yang telah disalurkan sebanyak 81 ton dari total alokasi 11.469 ton, terdiri dari 30 ton di Sulawesi Selatan dan 51 ton di Sulawesi Tenggara,” ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi dalam keterangannya, Kamis (27/1/2022).

Nantinya, NPK Subsidi Formula Khusus ini diharapkan bisa menjangkau semua wilayah sentra pengembangan kakao berkelanjutan yang tersebar di Pulau Sumatera hingga Pulau Papua. Selain itu, ke depannya perlu ditambah pembekalan kepada petani mengenai cara mengoptimalkan hasil kebun kakao dan menghindari serangan hama atau tanaman pengganggu sehingga dapat mensejahterakan petani di masa yang akan datang. (Demfarm/Tyo)